10 Teh Khas dari Negara di Benua Afrika, Eropa, hingga Amerika - info terbaru, terkini dan terpopuler | 1xinfo.net

Breaking

Home Top Ad

royalflush88

Post Top Ad

Sabtu, 15 Juni 2019

10 Teh Khas dari Negara di Benua Afrika, Eropa, hingga Amerika

1xinfo.net - Selama ini kita mengenal beragam teh dari negara-negara di Asia, Seperti Bubble Tea dari Taiwan, Matcha dari jepang hingga yang terbaru Cha Yen atau yang kita kenal dengan istilah Thai Teanya Thailand.

Ternyata bukan hanya Asia, negara-negara lain di kawasan Afrika, Eropa dan Amerika amerika pun memiliki teh khas yang tak kalah uniknya. Bukan hanya masalah rasa, tapi juga penyajian teh tersebut. Bahkan beberapa negara juga memiliki tradisi minum teh layaknya Jepang. 

1. Maghrebi Mint Tea, Maroko

Minum teh bagi masyarakat Maroko termasuk ke dalam sebuah tradisi. Selain untuk diminum sehari-hari, teh juga diberikan kepada tamu sebagai bentuk keramahan pemilik rumah. Teh ini akan disajikan oleh pria tertua di dalam satu keluarga. Uniknya keluarga di Maroko selalu menyajikan teh dengan teko dan nampan berukir.

Teh yang ada di dalam teko akan dituang dengan jarak sekitar 12 inci dari gelas untuk menghasilkan buih. Jika teh di dalam gelas belum berbuih, maka teh dianggap belum siap untuk diminum. Teh tadi akan dikembalikan ke dalam teko dan pemilik rumah akan kembali menuangkannya.

Penyajiannya cukup mudah, gula dan daun mint dimasukkan ke dalam teko sebelum disajikan ke gelas. Tapi beberapa orang kadang meletakkan Daun mint ke masing-masing gelas sebelum disajikan. Teh yang umum digunakan adalah teh hijau.



2. Karkadé, Mesir

Sama seperti di Maroko, teh di Mesir juga merupakan tradisi. tak hanya digunakan untuk menyambut tamu teh juga hadir di dalam pesta pernikahan. Bahkan kepopuleran teh di negara ini jauh melebihi kopi.

Ada beragam jenis teh di negara Mesir, mulai dari teh hitam yang disajikan dengan gula dan mint hingga teh herbal yang kaya akan rempah-rempah. Namun teh yang paling populer di Mesir adalah Karkade, teh dengan warna merah yang khas terbuat dari daun kembang sepatu.

Cara pembuatannya cukup mudah, kembang sepatu kering direbus kedalam air mendidih hingga menghasilkan warna merah. Teh ini dapat disajikan dengan gula atau pemanis lainnya juga bisa ditambahkan dengan lemon atau daun mint. Kamu juga bisa menikmati teh ini dalam keadaan hangat atau dingin.



3. Purple Tea, Kenya

Kenya merupakan produsen teh terbesar keempat di dunia. Ada beragam jenis teh yang dihasilkan tapi teh ungu menjadi ciri khas negara ini. teh ungu berasal dari tanaman camellia sinensis assamica. Berbeda dengan teh hitam, Teh Ungu ini memiliki harga 6 hingga 10 kali lipat lebih mahal.

Rasanya seperti percampuran teh hijau dan teh oolong. Jika kamu mencampurkan teh ungu ini dengan perasan lemon maka kamu akan melihat perubahan warna menjadi Ungu muda hingga pink pucat.



4. Rooibos Tea, Afrika Selatan

Teh ini terbuat dari tanaman redbush. Rasa dan warnanya hampir mirip dengan teh kembang sepatu. Daun teh yang mengalami oksidasi selama proses pembuatan teh menghasilkan warna coklat kemerahan khas teh Rooibos.

Budidaya teh Rooibos telah berlangsung selama berabad-abad di Afrika Selatan dan kini telah dikonsumsi oleh lebih dari 37 negara di dunia. Hal ini karena manfaat teh yang beraneka ragam, terlebih lagi teh ini yang bebas dari kafein.

Cara pembuatannya pun udah kamu tinggal menyeduh teh rooibos dengan air panas dan. Teh ini biasa dinikmati dengan atau tanpa pemanis seperti gula dan susu.



5. Atai, Mauritania

Selain Atai, teh ini juga dikenal dengan nama Berber Whiskey. Meskipun minuman ini dinamai dengan Berber Whiskey, tidak ada kandungan alkohol sama sekali dalam teh yang satu ini. Buih yang terlihat di dalam gelas teh dihasilkan dari cara penyajian teh yang unik.

Sebenarnya teh ini nyaris sama dengan teh mint dari Maroko. Teh gula dan daun mint dimasukkan ke dalam air mendidih lalu dituang ke dalam gelas. Teh yang ada di dalam gelas ini dituang ke dalam gelas lain untuk menghasilkan buih, hal ini dilakukan beberapa kali sebelum dituang lagi ke dalam teko jika di rasa buih sudah cukup, teh pun dituang ke dalam gelas yang akan disajikan.



6. Milk Tea, Inggris

Teh merupakan salah satu minuman favorit masyarakat UK,terutama warga British. Bahkan sejak abad ke-18 negara ini menjadi salah satu negara terbesar yang mengkonsumsi teh. Meskipun masyarakat UK masih meminum teh hitam dengan campuran gula dan lemon namun teh susu tetap yang paling populer.


Masyarakat Inggris memiliki tradisi afternoon tea yang dimulai pada tahun 1840. kebiasaan minum teh di sore hari ini diperkenalkan oleh Anna, Duchess of Bedford ketujuh.

Afternoon tea dilakukan untuk menunda lapar karena waktu makan malam dimulai pada jam 8. Jadi teh disajikan dengan beberapa hidangan seperti roti dan kue. Hal inilah yang diikuti oleh masyarakat British hingga sekarang.



7. Cay, Turki

Jangan pernah menolak teh yang di disuguhkan oleh masyarakat Turki, karena teh bagi mereka merupakan salah satu bentuk keramahtamahan warga Turki. 

Meskipun umumnya teh yang disajikan adalah teh hitam. Namun cara penyajian teh inilah yang unik. Jika biasanya teh diseduh di dalam gelas atau direbus didalam sebuah teko ,maka teh Turki penyajiannya lebih kompleks.

Masyarakat Turki menggunakan dua buah teko yang saling bertumpuk untuk membuat minuman ini. Teko unik ini dikenal dengan nama çaydanlik. Teko pertama yang berukuran lebih besar digunakan untuk merebus air sedangkan teko diatasnya untuk merebus daun teh. Hal ini dilakukan untuk menjaga rasa dan aroma teh.

Teh lalu dituang ke gelas lalu ditambahkan dengan air yang berasal dari teko pertama. Jadi kamu bisa memilih kepekatan teh yang kamu inginkan



8. Zavarka, Rusia

Meskipun Rusia terkenal dengan Vodka tapi teh menjadi pilihan yang lebih universal. Namun bagi masyarakat Rusia hal yang lebih penting adalah bagaimana kamu menyeduh teh tersebut bukan jenis teh apa yang kamu gunakan.

Zavarka pada dasarnya adalah konsentrat berbahan dasar teh yang kuat. Teh ini dibuat di sebuah wadah logam dengan keran yang disebut samovar. Samovar adalah peralatan yang nyaris dimiliki oleh seluruh keluarga di Rusia yang dianggap sebagai pusaka yang berharga.

Cara pembuatan Zavarka cukup mudah. Kamu tinggal memasak air di samovar ketika air mendidih masukkan Teh ke dalam kompartemen kecil yang menjadi bagian dari samovar. Tiap-tiap orang akan diberi Zavarka dalam jumlah yang kecil lalu mereka bisa mengisi ulang sendiri tehnya dari keran samovar.



9. Sweet Iced Tea, Amerika Serikat

Di Amerika teh adalah minuman untuk semua umur dan dapat diminum di berbagai kesempatan baik itu pertemuan keluarga hingga sebuah perayaan. Teh favorit di Amerika adalah teh manis yang disajikan dalam keadaan dingin baik dengan atau tanpa es.

Teh ini biasanya diminum pada musim panas. Tapi terkadang teh panas juga disajikan terutama ketika cuaca dingin. Teh yang digunakan untuk umum nya berupa teh celup namun terkadang juga menggunakan teh instan yang tinggal diseduh dengan air tanpa meninggalkan ampas teh. Teh juga biasa dijual dalam bentuk kaleng atau botol. Kadang teh ini disajikan dengan sirup gula, lemon atau rasberi.



10. Yerba Mate, Argentina

Yerba Mate merupakan teh dengan cita rasa pahit tetapi dalam penyajiannya beberapa orang sering mencampurkan teh ini dengan gula atau madu. Herbamed sendiri berasal dari nama sebuah tanaman yang tumbuh di Argentina Paraguay dan Brazil. Daunnya hijau dengan panjang kira-kira 7 sampai 110 mm.Yerba Mate yang telah dipanen biasanya dikeringkan dengan cara diasap. Hal ini akan membuat rasa teh semakin kuat. Penyajian Yerba Mate pun berbeda dari teh pada umumnya. Daun teh kering ini akan dimasukkan sebanyak 3/4 gelas lalu diseduh dengan air panas. Kamu bisa menambahkan madu atau gula sebagai pemanis.

Jangan khawatir dengan ampasnya karena kamu minum dari sedotan khusus yang disebut bombilla. Sedotan ini memiliki filter di bagian bawahnya yang akan memisahkan air teh dengan ampas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad