9 Spesies Burung Paling Unik ini Populasinya Hampir Punah - info terbaru, terkini dan terpopuler | 1xinfo.net

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 02 April 2019

9 Spesies Burung Paling Unik ini Populasinya Hampir Punah

1xinfo.net - Dalam sebuah penelitian yang diadakan oleh American Museum of Natural History pada tahun 2017, di dunia ini terdapat sekitar 18.000 spesies burung. Hampir dua kali lipat dari jumlah yang diperkirakan sebelumnya. Peningkatan jumlah tersebut dikarenakan oleh beberapa praktik konservasi.

Namun sayangnya, banyak juga spesies burung yang telah punah karena sebuah predasi atau aktivitas manusia. Meskipun telah diadakan upaya konservasi selama beberapa tahun terakhir, saat ini banyak spesies burung yang hampir punah. Seperti beberapa spesies burung yang dianggap paling aneh berikut ini. Yang dikutip dari berbagai sumber, Senin (31/12).

1. Burung Hoatzin.
https://www.perunature.com

Hoatzin tersebar luas di seluruh wilayah Amerika Selatan. Burung ini biasa terlihat di pohon dan semak di sepanjang sungai dan danau. Meskipun tampak menakutkan, namun mereka tidak pandai untuk terbang dan gerakannya juga lambat. Memiliki ciri kulit berwarna biru dan mata yang berwarna merah terang. Hoatzin sering juga disebut sapi terbang karena mereka memakan daun muda dan kuncup bunga, menjadikannya satu-satunya burung di dunia yang dapat bertahan hidup dengan hanya memakan daun. Ketika dirinya berada dalam bahaya, Hoatzin akan melompat ke dalam air dan kembali memanjat ke atas pohon.



2. Burung Rangkong Helm.
http://creagrus.home.montereybay.com

Burung Rangkong Helm sangat terbatas untuk saat ini. Habitat aslinya tersebar di hutan wilayah Brunei, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Myanmar. Bentuk paruhnya yang demikian sehingga disebut "helm" dalam bahasa Prancis. Tak seperti spesies rangkong lainnya, paruh Rangkong Helm sangat padat. Dengan berat lebih dari 10 persen dari berat hewan itu sendiri. Memiliki ciri wajah yang aneh dan bulu ekornya yang panjang. Kulitnya keriput pada bagian tenggorokan, dikenal sebagai kantong gular yang digunakan untuk membawa makanan ke sarang. Dibedakan dari warna merah untuk jantan dan pirus untuk betinanya.

Selama masa inkubasi, sang betina hanya berada dalam sarang. Kemudian sang jantan akan mengirimkan makanan dengan memuntahkan buah dari kantong pada tenggorokannya. Karena permintaan yang tinggi dari negara Cina untuk hiasan yang terbuat dari paruh Rangkong ini, keberadaannya menjadi terancam punah. Terlebih karena sistem reproduksinya yang sangat lambat. Terdapat lebih dari 30 organisasi konservasi margasatwa ikut menjaga keberlangsungan hidup spesies ini.



3. Burung Payung.
https://www.aminoapps.com

Di tengah dada burung Payung ini terdapat gelambir panjang yang menggantung yang tertutup oleh bulu. Sering digunakan oleh sang jantan untuk menarik perhatian betina selama musim kawin. Burung Payung jantan ini memiliki ukuran panjang dua kali lipat ukuran betina. Dibandingkan dengan kebanyakan burung lain, mereka lebih suka melompat-lompat di antara cabang-cabang pohon. Habitat aslinya di Kolombia barat dan Ekuador.

Burung ini terancam punah karena beberapa aktivitas manusia seperti dalam dunia penebangan, pembangunan jalan, dan penambangan emas. Bahkan beberapa penduduk setempat juga sering menangkap hewan ini dan menjualnya, serta menyimpannya sebagai hewan peliharaan. Padahal, burung-burung ini berperan penting dalam membantu proses penyerbukan dengan menyebarkan benih dari buah yang mereka makan.



4. Burung Frigate.
http://latinrootstravel.com

Burung Frigate biasa terbang di sepanjang pantai, tersebar luas di wilayah selatan AS, Meksiko, dan Karibia. Uniknya, mereka mampu terbang hingga dua bulan tanpa pendaratan. Karena burung Frigate tidak memiliki bulu yang kedap air, maka mereka menghindari air saat pendaratan. Sebab ketika dalam keadaan basah, burung ini tidak mampu untuk terbang. Keindahan yang bisa kita lihat dari burung Frigate ini adalah adanya kantong tenggorokan besar berwarna merah terang pada sang jantan, yang mengembang saat akan menarik perhatian betinanya.



5. Burung Paruh Katak Sri Lanka.
http://www.planetofbirds.com

Burung Paruh Katak dapat ditemukan di hutan tropis wilayah India dan Sri Lanka. Disebut demikian karena memiliki kepala selebar tubuhnya dan mulutnya yang besar menganga seperti mulut katak. Sang jantan memiliki warna abu-abu berbintik putih, sementara betinanya berwarna merah berkarat dengan bintik putih. Paruhnya berbentuk lebar, bengkok, dan pipih. Hewan nokturnal ini biasa menghabiskan waktu untuk beristirahat di dahan pada siang hari dan memangsa serangga di malam harinya. Beberapa ancaman terhadap habitat mereka adalah seperti pembukaan hutan untuk lahan, operasi kehutanan, serta kebakaran.



6. Burung Guianan Cock.
http://www.oiseaux.net

Burung Guianan Cock merupakan spesies asli dari Kolombia, Venezuela, Guyana Selatan, dan Brasil Utara. Burung Guianan Cock jantan memiliki warna oranye cerah, sedangkan yang betina berwarna coklat. Burung ini memiliki paruh hitam dan kuning pada bagian ujungnya. Mereka biasa menghabiskan waktu di lokasi batu-batu besar, dan akan berkembang biak di gua-gua batu. Dinamai demikian karena sang jantan akan mengeluarkan suara keras dengan berkokok seperti ayam. Makanan favorit mereka adalah buah-buahan dan beri. Namun jika tidak ada, mereka akan memakan serangga, reptil kecil, atau katak.



7. Burung Kakapo.
https://www.wired.com

Selandia Baru dikenal sebagai negara dengan banyak spesies binatang unik dan aneh, dan Kakapo adalah salah satu spesies tersebut. Burung kakapo termasuk dalam spesies burung Nuri, menjadi yang terberat di dunia dan merupakan satu-satunya nuri yang tidak bisa terbang serta memiliki umur paling lama. Selama lebih dari satu abad, populasi Kakapo terancam punah karena mereka hanya berkembang biak setiap 2-5 tahun sekali. Dan akan membeku ketika dalam bahaya.

Ditambah lagi karena adanya kegiatan pembukaan lahan, hampir membuat Kakapo punah. Upaya konservasi dimulai pada tahun 1894, namun semua itu tidak berhasil hingga program pemuliaan Kakapo didirikan pada tahun 1995. Sebelumnya, hanya ada sekitar 51 kakapo yang tersisa. Dan populasi mereka terus meningkat secara signifikan sejak adanya upaya tersebut. Menurut Departemen Konservasi Selandia Baru, ada sekitar 148 Kakapo yang hidup sekarang ini.



8. Burung Amazonial Royal Flycatcher.
https://www.nationalgeographic.com

Meskipun semua burung Royal Flycatcher terlihat mirip, namun beberapa ahli membaginya menjadi empat subspesies berdasarkan lokasi geografis. Amazonial Royal Flycatcher tersebar luas di Amerika Selatan, sebelah timur Andes. Mereka mendiami hutan di dataran rendah yang lembab. Selain lokasi, Amazonial Royal Flycatcher memiliki ciri khas berupa tonjolan dan ekor berwarna kayu manis. Royal Flycatcher jenis ini juga lebih kecil dan lebih gelap dari Royal Flycatcher jenis lainnya. Untuk yang jantan memiliki warna merah, sedangkan yang betina berwarna oranye. Seperti namanya, makanan Royal Flycatcher adalah serangga.



9. Burung Inca Tern.
https://www.theguardian.com

Dinamai demikian karena habitatnya yang dulu dikuasai oleh Kekaisaran Inca kuno. Burung Inca Tern hanya dapat ditemukan di dekat Arus Humboldt. Mereka biasa berburu ikan teri dan ikan kecil lainnya dengan cara terjun ke perairan arus dingin. Jika dilihat dari kejauhan, burung ini tampak seperti spesies burung biasa. Namun jika dilihat dari dekat, akan tampak keunikannya berupa kumis putih yang begitu indah, baik yang jantan maupun betinanya.

Spesies burung ini bersarang di koloni ribuan burung, dan biasa bertelur di celah-celah tebing. Pada tahun 2009, pemerintah Peru menciptakan Kepulauan Guano dan Cagar Nasional Capes, yang melindungi burung Inca dan koloni singa laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad