3 Alasan Kenapa Bubble Tea Gak Baik untuk Kesehatanmu! - info terbaru, terkini dan terpopuler | 1xinfo.net

Breaking

Home Top Ad

royalflush88

Post Top Ad

Jumat, 09 November 2018

3 Alasan Kenapa Bubble Tea Gak Baik untuk Kesehatanmu!

1xinfo.net - Bubble tea sudah menjadi minuman yang lazim dikonsumsi banyak orang dan sangat digemari kalangan anak muda. Kepopulerannya di Indonesia hampir sama dengan Thai tea.

Bubble tea juga biasa disebut Taiwanese tea, pearl tea, atau boba tea. Ciri khas bubble tea terletak pada puding tapioka yang berbentung bola-bola atau jenis puding lain.

Namun di balik kenikmatan bubble tea, pernah gak sih terpikirkan dampaknya untuk kesehatan tubuh?

Nah, sebelum mengkonsumsinya, sebaiknya kamu ketahui dulu kandungan gizi dan dan bahaya bubble tea, sehingga kamu bisa mengkonsumsinya secara bijak.

1. Mengandung gula yang tinggi

Gula mempunyai kontribusi besar dalam minuman ini. Jumlah kandungan gula dalam bubble tea tidak sehat untuk tubuh, menurut Karen Wright, seorang ahli diet di The Food Clinic. Oleh sebab itu, kita harus membatasi konsumsi gula yaitu sebesar 10 persen dari asupan energi harian.

Besarnya diperkirakan 40–55 gram (8–11 sendok teh) per hari. Sedangkan secangkir bubble tea mengandung enam sendok teh gula.

Jadi, bisa dikatakan setara dengan 55 persen dari asupan gula harian. Hanya segelas saja, sudah banyak gulanya, apalagi dua gelas?


2. Puding bubble mengandung kalori yang cukup tinggi
Bola-bola kenyal di bubble tea terbuat dari tepung tapioka dan gula merah yang menyumbang banyak kalori dalam tubuh. Puding bubble seberat 313 gram mengandung sekitar 441 kalori. Padahal dalam seporsi bubble tea setidaknya mengandung 60 gram puding bubble.

Artinya dalam satu porsi, setidaknya terdapat 85 kalori. Sementara total kalori dari bubble tea setelah dicampur menjadi satu mengandung sekitar 112 kalori. Bisa dikatakan kalau puding bubble menyumbang 85 persen jumlah kalori secara keseluruhan.


3. Ternyata juga mengandung lemak trans
Ada kandungan buruk lainnya dalam teh ini, yakni lemak trans atau dikenal dengan asam lemak jenuh atau lemak jahat. Lemak trans mempunyai efek buruk bagi tubuh karena bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Sehingga jika bubble tea dikonsumsi berlebihan, maka bisa menimbulkan risiko penyakit stroke, jantung, dan diabetes tipe dua. Bahkan bisa juga mengganggu kemampuan ingatan dan mempengaruhi kemampuan reproduksi.

Nah, jadi seberapa sering kamu mengonsumsi bubble tea? Sebaiknya konsumsi secara bijak ya, supaya tetap sehat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad