Tren Minum Soju Campur Tawon di Korea Selatan Kian Mengkhawatirkan - info terbaru, terkini dan terpopuler | 1xinfo.net

Breaking

Home Top Ad

royalflush88

Post Top Ad

Senin, 09 April 2018

Tren Minum Soju Campur Tawon di Korea Selatan Kian Mengkhawatirkan

1xinfo.net - Sebagian masyarakat Korea Selatan (Korsel) tepaksa gigit jari, lantaran tren minuman yang tengah digemari saat ini, mencampurkan tawon ke dalam soju, akan semakin jarang ditemukan.

Hal tersebut dikarenakan peringatan keras dari otoritas kesehatan dan pangan setempat pada Selasa, 3 Maret 2018, yang menyebut campuran unik itu berisiko sebabkan gangguan kesehatan.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post pada Rabu (4/4/2018), beberapa peminum percaya bahwa campuran tawon pada soju, sangat baik untuk menghindari tekanan darah tinggi dan diabetes.

Beberapa orang lainnya bahkan menambah serangga lain, termasuk lipan dan cacing tanah, untuk meramu tonik kesehatan soju ala mereka.

Orang Korea Selatan memang dikenal sering mencampur soju dengan bahan-bahan lain yang unik. Salah satu yang paling populer adalah 'Somaci', yakni sebuah varian koktail yang dibuat dari campuran soju dan bir.

"Ini tidak lebih dari desas-desus, bahwa tawon dapat membantu memulihkan kesehatan," kata Kim Seung-hwan, seorang peneliti di Kementerian Keamanan Obat dan Makanan.

Kim mengatakan tren tersebut sebagai subkultur yang telah eksis sejak lama di Korea Selatan, tetapi perkembangannya kian memburuk karena beberapa orang mulai berbagi resep, dan bahkan menjualnya secara online.

"Di sinilah, kami merasa perlu memperingatkan orang-orang tentang bahaya tren tersebut, sebelum kemudian menjadi tidak terkendali," kata Kim.

Pihak berwenang telah memperingatkan secara keras tentang bahaya mencampur tawon dalam makanan. Hal itu dikarenakan dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, selain berisiko membuat tersedak.

Pada Februari lalu, otoritas kesehatan Korea Selatan menggerebek sebuah toko soju di kota Hwaseong, yang kedapatan mencampur tawon ke dalam beberapa produk minuman kerasnya.

Kementerian Keamanan Obat dan Makanan mengatakan, bahwa mereka tidak tahu pasti jumlah orang yang terlibat dalam praktik pencampuran soju dan tawon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad